facebook-hresidence-soetta
Sebelum Bisnis Properti, Pahami Dulu Istilah-Istilah Ini
  • Artikel

Sebelum Bisnis Properti, Pahami Dulu Istilah-Istilah Ini

Selama ini bisnis properti dinilai sangat menjanjikan. Selain menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat, properti berupa residensial (hunian) juga bisa memberi keuntungan di masa depan. Tak heran, banyak yang tergiur untuk terjun ke dunia bisnis properti ini.

Apakah Anda juga tertarik memulai bisnis properti? Jika ya, pastikan Anda sudah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Dilansir dari 99.co, Anda harus mempelajari strategi pemasarannya dan memahami hal-hal dasar seperti istilah-istilah dalam properti sebagai berikut.

Akta Jual Beli (AJB)

Akta yang menyatakan telah terjadi peralihan hak kepemilikan atas sebuah aset dan sah secara hukum. Nama di sertifikat telah diganti dari nama developer menjadi nama pembeli.

Bunga Tetap (Flat rate)

Jumlah bunga yang dibayarkan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas. Biasanya bunga ini akan ada jika Anda membayar secara kredit (KPA / KPR).

Bunga Mengambang (Floating rate)

Selain bunga tetap, dalam kredit juga tersedia bunga mengambang. Artinya, tingkat suku bunga dapat berbeda tiap bulan, tergantung dari naik turunnya suku bunga bank.

Booming Properti

Booming merupakan istilah yang menggambarkan permintaan properti sedang melonjak tajam atau laris manis.

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak tanah atau bangunan, yang selanjutnya disebut pajak.

Capital Gain

Bicara tentang keuntungan investasi properti, ada istilah capital gain berarti posisi menguntungkan para investor yang didapat dari kenaikan harga properti. Cara menghitungnya, harga properti sekarang – harga beli.

Developer

Pastinya Anda sering mendengar istilah ini. Developer atau pengembang adalah instansi perorangan atau perusahaan yang membuat perumahan atau apartemen.

Earlybird

Membeli properti saat baru dipasarkan pengembang. Inilah saat-saat emas untuk Anda, karena biasanya pengembang menawarkan harga khusus serta diskon dengan sejumlah kemudahan.

Escrow

Badan penengah yang netral antara penjual dan pembeli. Biasanya untuk menitipkan uang jaminan / deposit, tanda tangan PPJB & sampai serah terima AJB. Di Indonesia tugas Escrow dilimpahkan kepada Notaris.

FLPP

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan adalah program Kementerian Perumahan untuk menyediakaan pinjaman KPR kepada rumah subsidi dan rumah murah, dengan tingkat bunga yang terjangkau.

Groundbreaking

Penggalian pondasi bangunan, sebagai tahap dimulainya sebuah proyek properti.

Hak Guna Bangunan (HGB)

HGB adalah hak untuk mendirikan bangunan-bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri, sesuai dengan jangka waktu paling lama 30 tahun.

Indent

Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu. Umum terjadi di Primary market. Anda membayar deposit 20-30% dari harga jual (tergantung developer) dan developer akan mulai membangun dalam jangka waktu yang ditentukan.

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

IMB diberikan kepada perorangan atau badan hukum untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan properti.

Izin Penggunaaan Bangunan (IPB)

Izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah properti selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi syarat fungsi perlengkapan bangunan.

Kelayakan Menggunakan Bangunan (KMB)

Izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah habis masa berlakunya IPB (5 tahun untuk bangunan non rumah tinggal dan 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal) terhadap pemenuhan persyaratan kelayakan untuk berfungsinya bangunan.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR adalah fasilitas kredit dari bank yang digunakan untuk membeli rumah (landed).

Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)

Berbeda dengan KPR, KPA adalah fasilitas kredit bank untuk membeli apartemen.

Loss Transaction

Biaya-biaya tak terlihat dan tak terduga saat membeli properti, contohnya pembayaran biaya broker atau marketing, pembayaran pajak PPH, BPHTB, dan lainnya.

Nice Property

Merupakan jenis properti yang bagus dan menguntungkan jika dilihat dari berbagai sudut pandang, misalnya dari segi lokasi, kenaikan harga yang melesat tajam, fasilitas mumpuni, dan lainnya.

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Nilai yang ditetapkan negara sebagai dasar pengenaan pajak bagi PBB. NJOP sering diasumsikan sebagai harga terendah properti.

Property Crash

Istilah yang menggambarkan kegoncangan properti, baik karena harganya melonjak tajam atau menurun cepat. Hal ini biasanya akibat dari kegoyahan perekonomian.

Ready Stock

Properti dijual dalam keadaan telah terbangun dan Anda tinggal memilih unit.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak yang ditanggung oleh perorangan atau badan yang mendapatkan keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik karena hak atas tanah dan bangunannya. Pajak ini bersifat kebendaan, artinya besarnya pajak ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan.

Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB)

Perjanjian jual-beli antara pihak penjual dan pembeli di mana masih sebatas kesepakatan saja dan belum ada peralihan hak kepemilikan properti secara hukum. Jadi, sertifikat masih atas nama penjual, sampai semuanya yang disepakati terpenuhi. PPJB biasanya dilakukan agar tidak dibeli oleh pihak lain.

Service Charge

Biaya yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti setiap bulan untuk layanan yang diberikan pengelola gedung. Biasanya dihitung per meter persegi, berdasarkan besar unit yang dimiliki.

Sinking Fund

Dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti yang gunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti lift, pengecatan gedung, dan lain-lain.

Sunrise Property

Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.

Sunset Property

Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.

Strata title

Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak ekslusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni. Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.

Sertifikat Hak Milik (SHM)

Jenis sertifikat yang pemiliknya memiliki hak penuh atas kepemilikan tanah pada kawasan dengan luas tertentu yang telah disebutkan dalam sertifikat tersebut.

Turn Over

Gambaran tentang waktu kapan investasi akan balik modal.

Turn Key

Waktu yang disepakati dalam perjanjian untuk serah terima kunci.

Tenor

Jangka waktu cicilan kredit, misalnya 5 tahun, 10 tahun, atau 15 tahun.

Yield

Keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibagi harga properti. Misalnya, harga properti Rp400 juta sementara harga sewa Rp30 juta per tahun, maka yield properti tersebut 7.5%.

Berbisnis di sektor properti memang selalu menarik untuk di bahas. Selain itu Anda juga perlu mengetahui dan memahami hal-hal dasar seperti istilah-istilah dalam properti ini agar tidak tertipu di kemudian hari.

Share:

Artikel Terkait

telepone