facebook-hresidence-soetta
Sebelum Jual Beli Apartemen, 4 Syarat Ini Harus Anda perhatikan
  • Artikel

Sebelum Jual Beli Apartemen, 4 Syarat Ini Harus Anda perhatikan

Melakukan jual beli apartemen pasti membutuhkan beberapa persyaratan yang wajib Anda penuhi. Pengetahuan tentang persyaratan jual beli apartemen wajib dimiliki oleh penjual maupun pembeli. Khususnya bagi pihak pembeli, jangan sampai Anda awam tentang hal ini.

Persyaratan jual beli apartemen digunakan untuk melindungi hak dan kewajiban penjual dan pembeli saat melakukan transaksi. Dengan mengetahui segala persyaratannya, diharapkan transaksi jual beli apartemen dan urusan lain setelah pembeli menempati apartemen bisa lebih lancar dan mudah.

Berikut beberapa persiapan yang wajib Anda perhatikan:

1. Perjanjian Jual Beli

Syarat pertama dan utama ada pada perjanjian antara kedua belah pihak. Harus ada bukti fisik, hitam di atas putih sebagai perjanjiannya. Surat perjanjian jual beli apartemen ini disebut dengan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli).

Dokumen PPJB berisi tentang kesepakatan bersama antara penjual dengan pembeli yang disertai dengan tanda jadi. Dilakukan di depan pejabat pembuat akta tanah, diperkuat dengan materai, serta disahkan oleh notaris. PPJB bersifat sementara sebelum Akta Jual Beli (AJB) resmi diserahkan saat pembeli menyelesaikan seluruh pembayaran apartemen.

dokumen jual beli apartemen

2. Kelengkapan Dokumen

Selanjutnya, kelengkapan dokumen juga harus Anda perhatikan. Sebagai pembeli, Anda harus memeriksa dan memiliki dokumen yang diperlukan sebagai bukti bahwa apartemen yang akan dibeli adalah legal dan tidak bermasalah. Penjual juga harus memiliki dokumen dari pembeli untuk kelengkapan adminstrasi.

Adapun dokumen yang dibutuhkan adalah izin prinsip, izin lokasi, izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin kelayakan unit apartemen. Selain itu, jika transaksi selesai, pembeli harus memiliki PPJB, SP, Kwitansi pembayaran angsuran dari booking fee, print out lunas PBB dari kantor pajak, dan dokumen dasar lainnya. Sedangkan penjual juga harus memiliki dokumen pembeli seperti KTP, KK, Surat nikah, Akta kelahiran, PBB, Kwitansi listrik dan air, NPWP, dan foto.

3. Sertifikat Hak Milik

Sebagai pembeli, Anda perlu memastikan bahwa pengembang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangun (HGB). Sertifikat ini merupakan bukti legal bahwa unit apartemen telah dibagi-bagi secara terpisah sesuai dengan bagiannya masing-masing. Sertifikat meliputi salinan buku tanah, surat ukur tanah, gambar denah tiap satuan apartemen.

4. Akta Jual Beli

Setelah transaksi jual beli apartemen dipenuhi dan PPJB disepakati oleh kedua belah pihak, Anda harus mengurus Akta Jual Beli (AJB). AJB adalah bukti autentik yang dibuat oleh notaris sebagai bukti pengalihan hak tanah dan bangunan apartemen tersebut. AJB juga disertai dengan balik nama, yakni penggantian nama yang ada di sertifikat hak milik menjadi nama pembeli sehingga penjual tidak lagi memiliki hak atas tanah dan bangunan apartemen yang telah dijualnya.

Jika Anda sudah memahami persyaratan jual beli apartemen, barulah Anda bisa memulai melakukan transaksi. Selama proses jual beli, sebaiknya buatlah catatan kecil tentang apa yang sudah dan akan Anda lakukan. Happy trying!

Share:

Artikel Terkait

telepone